Weaving is a method of textile production in which two distinct sets of yarns or threads are interlaced at right angles to form a fabric or cloth. Other methods are knitting, crocheting, felting, and braiding or plaiting. The longitudinal threads are called the warp and the lateral threads are the weft or filling. (Weft or woof is an old English word meaning "that which is woven".[a]) The method in which these threads are inter-woven affects the characteristics of the cloth.[1] Cloth is usually woven on a loom, a device that holds the warp threads in place while filling threads are woven through them. A fabric band which meets this definition of cloth (warp threads with a weft thread winding between) can also be made using other methods, including tablet weaving, back-strap, or other techniques without looms
.
Kalau di baca dari
cuplikan di https://en.wikipedia.org/wiki/Weaving sekilas kita bisa tahu apa itu weaving. Di
Indonesia weaving kini menjadi trend, bahkan workshop – workshop yang
mengajarkan tehnik dasar untuk membuat weaving pun mulai bermunculan. Karena
memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa era milenial saat ini dan dengan
maraknya gaya hidup urban life, masyarakat pun mulai merambas hobi baru seperti
berkebun diarea rumah, membuat prakarya dan mendekorasi rumah. Lalu muncullah
trend homedecor lover di beberapa kalangan orang di Instagram.
Membuat weaving
sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang gampang – gampang susah. Alat dan
bahannya juga gampang ditemukan di took – took alat jahit atau onlineshop.
Namun, untuk lebih praktisnya memang tidak ada salahnya untuk langsung
membelinya and we don’t need to be confused dengan cara – cara yang agak ribet.
Kalau kami pribadi
lebih suka membuat membuatnya sendiri, sekalian explore skill diri dan tentu
ada kepuasaan tersendiri dengan hasil yang kami dapatkan. Trus belajarnya
darimana? Banyak media yang bisa kami akses. Duluu, pengen banget ikut workshop
– workshop yang lagi menjamur dikalangan anak muda tapi belum pernah keturutan.
Alesannya karena, timing yang tepat, biaya workshop yang kadang gak masuk akal
sama yng didapat. Akhirnya kami putuskan untuk membuat alatnya sendiri dan
explore sendiri. Media belajar kami adalah pinterest. (loh kan cuma foto kalo
disana?!) emang. Tapi berkat foto – foto itu kami jadi curious to know about
the progress. Tutorial sebenarnya ada juga di pinterest. Kalau di youtube ada
juga, tapi kalau kami pribadi lebih suka belajar dengan tutorial foto. Lebih
jelas step by stepnya.
Dan inilah our
lovely babies yang tercipta beberapa bulan ini.



No comments:
Post a Comment